Jumat, 15 Juni 2012

Foto-foto yang merubah dunia



Saat tangan Jenderal Nguyen Ngoc Loan, kepala kepolisian dari Vietnam Selatan terangkat dan mulai menarik pelatuk pistol kearah seorang komandan gerilyawan vietkong, seorang fotografer Associated Press Eddie Adams dengan sigap menekan tombol shutter kameranya. Dengan foto inilah, Eddie Adams memperoleh penghargaan jurnalisme tertinggi, Pulitzer. Tapi bukan hanya itu saja, foto ini kemudian mampu mengubah opini masyarakat Amerika terhadap Perang Vietnam, memicu gerakan anti perang dan menginspirasi lahirnya generasi bunga di Amerika waktu itu.

Bagi sang jenderal, foto ini membuatnya menjadi ikon kekejaman, dan dia pun memperoleh nasib tragis dengan selalu mendapat ejekan serta penolakan kemanapun dia pergi bahkan sampai dengan akhir hayatnya.



Robert Capa memiliki kalimat pakem yang kemudian menjadi sangat terkenal,
“Jika hasil fotomu tidak bagus, berarti kamu kurang dekat.” 
Sebelumnya foto jurnalisme masih belum begitu dihargai. Robert Capa -lah yang menjadi menjadi penanda pentingnya jurnalisme fotografi yang kemudian menjadi sangat berpengaruh dibanyak peristiwa besar dunia. Karya Robert Capa paling dikenal adalah serangkaian foto pendaratan Normandia dimana dia ikut dalam rombongan airborne yang mendarat di pantai Omaha -Perancis selama perang dunia 2.

Terjebak dalam hujan peluru dan granat antara Sekutu - Jerman, dan selama beberapa jam awal berhasil mengambil 106 foto dari kamera Comtax berlensa pendek 50mm dan 6 roll film untuk mengabadikan invansi yang menjadi awal tumbangnya Adolf Hitler ini. Kesalahan yang dilakukan staf pencucian film membuat semua fotonya terlihat kabur, namun pakem Robert Capa kemudian diikuti seluruh jurnalis foto sampai detik ini: mengabadikan peristiwa dari jarak sedekat mungkin. Karya Robert Capa lainnya bisa anda lihat disini.

Jejak rekaman kebengisan bangsa kulit putih, terekam pada foto diatas. lebih dari 10.000 masa kulit putih nekad mengamuk dan menggelandang dua pemuda kulit hitam dari penjara, serta menghukum mereka dengan hukuman gantung tanpa keputusan hakim. Kedua pemuda tersebut dituduh memperkosa seorang gadis kulit putih, peristiwa ini terjadi di Marion-Indiana, dimana pengadilan massal sering sekali terjadi jika pelaku yang menjadi tertuduh adalah warga kulit hitam.

Uniknya, Foto pengadilan masal seperti ini dulu sering dibuat menjadi postcard untuk menunjukkan supremasi kulit putih. Wajah mayat yang digantung berbanding kontras dengan kepuasan yang diperlihatkan warga, sebuah jejak rekam kekejaman.


Inilah foto rontgen pertama, yang terjadi secara kebetulan, yaitu saat Rontgen bereksperiman dengan tabung sinar katoda yang ditambahi barium platinosianida, Rontgen terkejut ketika mendapati bahwa hasil foto ternyata menghasilkan efek pendaran yang berbeda. Menyadari kekuatan sinar yag dihasilkan tabung itu, Rontgen kemudian memotret tangan istrinya, dan membuat foto bersejarah yaitu foto sinar X yang pertama. Sebelumnya, dokter tidak pernah bisa melihat bagian dalam tubuh manusia kecuali dengan cara membedahnya. Rontgen sendiri memperoleh hadiah Nobel fisika tahun 1901.

Kevin Carter, Kisah Tragis seorang Fotografer

Kevin Carter (13 September 1960 - 27 Juli 1994) adalah pemenang penghargaan South African photojournalist dan anggota Klub Bang-Bang. Lahir di apartheid Afrika Selatan dan dibesarkan di lingkungan kelas menengah. Saat masih sebagai seorang anak, Kevin sering melihat razia polisi untuk menangkap orang kulit hitam yang tinggal secara ilegal di daerah tersebut. Yang kemudian memunculkan jiwa yang kritis.


Foto diatas diambil oleh Kevin saat menunaikan tugas ke Sudan untuk mengambil foto pemberontakan yang terjadi. Namun sesampainya disana, justru korban kelaparan-lah yang menarik minatnya. Saat itu dijalan dia melihat seorang bocah perempuan kelaparan merangkak lemah susah payah menuju pusat pembagian makan, yang kemudian berhenti ditengah jalan dan mengumpulkan tenaga.

Ditengah kejadian itu, seekor burung bangkai datang dan menunggu bocah tersebut. Carter-pun mengabadikan kejadian tersebut. Foto ini pertama dimuat dikoran New York Times, dan reaksi keraspun bermunculan mengkritik Carter yang tidak menolong gadis kecil ini. Carter beralasan dia sudah mengusir burung bangkai tersebut sesudah mengambil foto, namun tidak menolong si bocah karena konvensi fotografer yang tidak boleh ikut campur dalam konflik.

Kontroversi terus menghujani Carter, meskipun kemudian Kevin menerima hadiah Pulitzer (semacam penghargaan tertinggi di dunia jurnalis fotografi). Tahun 1994, Carter ditemukan bunuh diri dengan cara  mengalirkan gas CO dari knalpot mobil kedalam ruangannya. Dia meninggalkan catatan yang isinya berupa penyesalan dan kesedihan karena tidak menolong si bocah dan frustasi akibat terjerat hutang serta kesedihan karena sahabat karibnya tertembak.

Foto diatas selalu mengingatkan akan tragedi kemanusiaan di Afrika dan tragedi dalam dunia fotografi itu sendiri, keduanya memang sulit untuk bisa dipisahkan.

Teknik-teknik Sederhana untuk Membuat Karya Fotografi Abstrak

Membuat foto abstrak sebenarnya cukup mudah dilakukan. Salah satu cara paling sederhana adalah dengan menggunakan air dan gabungan rana kamera. Shooting air yang mengalir cepat, dengan kecepatan rana rendah sekitar lebih lambat satu detik dimana akan akan memberikan efek blur. Temukan keajaiban hasil foto anda.


Atau tanpa perlu mengatur rana rendah, tapi temukan arah lighting yg unik



Ketika matahari rendah di langit pasti akan memberikan gambar warna yang lebih menarik. Menambahkan filter warna juga akan meningkatkan fotografi abstrak Anda. Mahal? Tak perlu khawatir, Photoshop juga sudah menyediakan efek-efek dari filter.

Menggunakan kecepatan rana lambat untuk memotret kain/bendera yang tertiup angin juga akan memberikan sebuah gambar abstrak.Sudahlah tak selamanya Foto Blur itu ga asik. Banyak hasil foto keren justru karena blur ;)


Dimanapun kita berada, kita dikelilingi dengan komposisi, warna, tekstur dan pola. Patter/pola yang terbentuk oleh alam merupakan media terbaik untuk mulai membuat foto abstrak keren.

Sebenarnya tidak ada pedoman untuk menciptakan gambar abstrak yang baik, anda hanya perlu menggunakan imajinasi sedalam atau setinggi mungkin.

Jika Anda benar-benar seorang pecinta seni, saya rasa mendalami bentuk baru dari fotografi, tentu akan menjadi tantangan yang menyenangkan dan pasti akan sangat bermanfaat untuk ketajaman anda akan nilai sebuah seni sejati.

18 Karya Fotografi Abstrak yang Keren


Fotografi Abstrak bukanlah karya fotografi kebanyakan, dalam beberapa hal seolah-olah karya abstrak ini akan jauh dari teknik-teknik dasar fotografi seperti Komposisi atau POI. Fotografer abstrak lebih jauh menggali kompetensi imajinasi kreatif dari si pembuat karya, jika bicara tentang karya seni visual maka karya abstrak pastilah menduduki kasta tertinggi.
Kita bahkan punya seorang Affandi sang maestro Abstrak yang kental dengan gaya romantisme dan expresionisme.
Secara sederhana bisa saja fotografi menghasilkan karya abstrak, dimana istilah Abstrak fotografi adalah sebuah karya foto yang dihasilkan dari proses menggunakan warna dan pola yang dikombinasikan untuk membuat gambar, tanpa mempedulikan arti sebenarnya atau tidak ada subjek yang jelas terlibat. Abstrak fotografi memang belum tentu akan memberi arti yang sama bagi semua orang. Sebagai contoh Fotografi abstrak daun akan lebih mengarahkan ke imajinasi dan membantu kita berkonsentrasi pada tekstur dan warna daripada seluruh subjek.



Berikut adalah beberapa karya Fotografi Abstrak, benarkah tidak ada Komposisi dan POI?
Silahkan dijawab sendiri ;)












 Dan masih banyak lagi seperti :










Jika Anda benar-benar seorang pecinta seni, saya rasa mendalami bentuk baru dari fotografi, tentu akan menjadi tantangan yang menyenangkan dan pasti akan sangat bermanfaat untuk ketajaman anda akan nilai sebuah seni sejati.

Semoga menjadi inspirasi bukan sekedar kebiasaan bagi para pemula fotografi yaitu motret model sexy, pabuuu.. mai men

Baca juga teknik-teknik sederhana membuat karya fotografi abstrak

Rabu, 13 Juni 2012

Pameran Foto Budak Seks dari Ahn Sehong, akhirnya dibatalkan oleh Nikon


Sayang sekali, hasil bidikan karya Ahn Sehong, akhirnya terpaksa dibatalkan, apalagi kalo bukan karena masalah konten dari karya seni visual ini. Kekesalan tentu hinggap di fotografer asal Korea Selatan ini. Wajar, sebab pameran fotonya yang sedianya akan digelar di Nikon Salon, Tokyo, tiba-tiba saja dibatalkan. Padahal foto-foto ini adalah sebagian kecil dari kontribusi penting dalam pemahaman Jepang mengenai sejarah.


Foto yang ditampilkan Sehong memang menampilkan potret wanita-wanita Korea yang dulu dikenal sebagai 'comfort woman'. yaitu sebuah julukan yang ditujukan kepada wanita dari Korea yang dijadikan pemuas nafsu bagi tentara-tentara Jepang ketika World War II (WWII) berlangsung.

Demi mendukung pameran ini, penggiat foto Magnum, Chris Steele-Perkins dan Chris Furlong dari Getty serta Brian Harris meminta Nikon untuk membatalkan penyensorannya. Nama-nama lain turut tercatat memberikan sokongan pada Sehong. Bahkan Simon Barber dari Inggris telah menyusun surat terbuka pada Nikon yang berisi sekitar 250 tanda tangan fotografer baik profesional maupun amatir dari seluruh penjuru.


Foto yang menjadi kontroversi itu memang sarat emosi. Di salah satu portraitnya, terlihat wanita renta yang menjadi objek foto sedang menangis. Menambah kesan dramatis adalah warna hitam putih yang dipilih Sehong untuk karyanya. Dalam mengerjakan proyek ini, Ahn Sehong membutuhkan waktu s/d 15 tahun woooww...  sebuah dedikasi yang luar biasa.

Sampai sekarang Nikon yang menjadi sponsor utama pameran ini belum juga memberikan pernyataan yang jelas di dalam surat yang diterima Sehong mengenai alasan pembatalan. Besar kemungkinan Pameran ini mendapatkan protes dari kekuatan politik Jepang.

Minggu, 10 Juni 2012

Tutorial Membuat Foto Fosil Manusia Raksasa

Pening juga kalo berbantah-bantahan dengan orang yang tidak memiliki visi yang sama, yang ada ngabis-ngabisin waktu, paling tidak itu adalah hal yang biasa terjadi dalam lingkungan kehidupan kita. Satu kasus dibawah ini yang akan saya bahas adalah tentang foto-foto Manusia Raksasa Palsu, padahal sudah sedemikian banyak bukti dan fakta ilmiah yang disajikan di internet, tapi sayang sekali masih juga banyak yang belum paham, mungkin karena memang informasi yang terkumpul belum lengkap.

Sebenarnya, artikel tentang manusia raksasa memang sangat banyak sekali diinternet, sebagian artikel memang hoax, namun sebagian lagi 'mudah-mudahan' bukan.

Tapi kusus untuk kasus manusia dengan ukuran lebih dari 10 meter, yah itu hanya isapa jempol belaka, apalagi dengan semakin banyaknya orang yang memiliki kemampuan rekayasa dijital, dengan berbagai keinginan mereka bisa saja melakuka banyak cara.

Namun karena memang ada artikel dari National Geographic yang pernah menanggapi foto-foto yang beredar di internet adalah hoax, yah makin bersemangat bukan dalam menangkal bahaya HOAX, apalagi kalo bawa nama agama yang ada bukan keimanan, karena keimanan tidak lahir dari logika tapi dari hati dari hidayah.

Pernah melihat foto palsu ini?


Berikut di bawah ini adalah salah satu bukti melalui teknik pembuatan rekayasa digital-nya


Kalo foto Palsu yang ini?


Berikut di bawah ini adalah salah satu bukti melalui teknik pembuatan rekayasa digital-nya


tag : Cara membuat Foto Manusia Raksasa denga Photoshop, manusia raksasa palsu, fosil manusia raksasa ternyata hoax, fosil manusia raksasa asli (masa sih..)

Rabu, 06 Juni 2012

Agus Leonardus seorang Fotografer yang Waton Urip


Untuk cari makan, orang harus berani bekerja apa pun.
Kalau biasanya mbecak, mengapa tidak ? Lagi pula, mengapa saya tidak boleh mbecak, kalau saya memang kuat ? Saya hanya punya bau (tenaga). Punyanya hanya itu, mengapa harus malu ?

(Ponirah, perempuan tukang becak yang hidup di dusun Njeblog, Tirtonirmolo, Yogyakarta )
Beginilah ketika sebuah karya foto dibuat untuk memotret kejujuran, 'dan bukan hanya sekedar cantik'

Waton urip setebal 144 halaman ini adalah sebuah buku, kumpulan karya foto tentang becak dari Agus Leonardus, yang bekerja sama dengan Sindhunata selaku penulis naskah, serta Ong Hari Wahyu sebagai penata grafis. Sebuah buku yang bertutur tentang makna kehidupan para tukang becak di Yogyakarta, Surakarta dan Purwokerto hasil riset fotografer kawakan Indonesia, Agus Leonardus. Tidak berlebihan jika buku inipun mengisyaratkan sebuah makna kehidupan bagi kita umat manusia, bahwa Apa Yang Diberikan hidup, diterima. Apa yang tidak diberikan hidup, jangan diminta (bagian akhir buku Waton Urip).

 


Lyle Owerko - 9/11


"Foto ini adalah satu bagian kecil dari sebuah peristiwa besar"
Lyle Owerko: “No one knew such a beautiful warm day would serve as the backdrop to one of the most painful and confusing events to the heart of mankind. This picture is one small part of such a huge event that ties the threads of thousands of stories and millions of people together. Written words will never convey the whole scope of the event, nor even summarize the sounds, the smells or even the voices that are frozen in my memory bank from that day. I did the best job I could in photographing 9/11 so that future generations would have an idea of the scope of what happened, to have the evidence of how innocence can so easily be snatched away in a razor’s edged moment of time. My hope is that in time the wounds and pain will heal and that wisdom and peace will prevail among the darkness of this event, so that humanity can move forward into a time of grace and understanding.”


Lyle Owerko adalah pembuat film dan fotografer yang karyanya hampir selalu ditampilkan di Sundance Channel ke Time dan untuk MTV. Karya-karya fotonya dibeli oleh klien-klien baik dari bisnis, hiburan dan bahkan dari kalangan selebriti, Beberapa karya film yang menarik adalah Henry Singer's , The Falling Man and The Omen (2006) , serta buku-buku seperti Jonathan Safran Foer 's Sangat Keras dan Sangat Dekat . [3] Karya-katyanya juga dimasukan dalam arsip permanen dari Library of Congress in Washington DC. Owerko telah melakukan perjalanan secara ekstensif di seluruh dunia setiap tahunnya untuk memenuhi  tugas pemotretan dan beberapa proyek pribadi. Dia saat ini berada di Kota New York.